FUTSAL PUTRI SMA


Smiley face


PERATURAN

UMUM

  1. Pemain yang bisa ikut bertanding di Gonzaga 101 Festival adalah pemain yang memenuhi semua ketentuan registrasi pemain yang ada dan terdaftar pada formulir pendaftaran.
  2. Anggota maksimal 1 tim adalah 12 pemain.
  3. Pemain harus mengenakan kelengkapan bermain futsal, seperti memakai deker, memakai kaos kaki panjang, dan memakai sepatu untuk bermain futsal (tidak berpul).
  4. Deker tidak boleh terbuat dari kardus atau bahan-bahan lain yang tak seharusnya digunakan.
  5. Ketentuan kaos kaki yang panjang, yaitu kaos kaki yang minimal mencapai betis kaki dan menutup keseluruhan dari deker.
  6. Pemain dilarang memakai atribut yang tak sepantasnya dipakai di dalam pertandingan futsal. Contohnya adalah gelang, kalung, jam tangan dan benda berharga lainnya. Atribut yang tajam juga tidak diperkenankan dipakai dalam pertandingan.
  7. Kuku pemain yang akan bertanding harus pendek.
  8. Pemain wajib membawa ID-card saat bertanding. Jika tidak membawa ID-card maka tidak boleh bertanding atau harus membayar denda pengganti ID-card sementara.

PERATURAN PERTANDINGAN

  1. Permainan dilakukan dengan 5 orang (termasuk penjaga gawang) di lapangan untuk tiap tim dan sisanya berada di bench.
  2. Kedua tim harus menyediakan dua kostum yaitu kostum terang dan gelap, serta wajib memiliki nomor punggung.
  3. Tim yang mencetak angka lebih banyak dari tim lawan akan memenangkan pertandingan.
  4. Pemain yang mendapat kartu kuning dua kali dalam satu kali pertandingan, maupun kartu merah langsung akan dikeluarkan dari pertandingan selama 2 menit.
  5. Permainan dianggap selesai jika setelah peluit memulai pertandingan dibunyikan salah satu tim memiliki pemain kurang dari 3 orang di lapangan. Dengan kata lain tim tersebut dianggap WO (walkout). Tim yang belum memenuhi jumlah pemain ketika waktu petandingan dimulai atau telat selama 5 menit atau lebih maka tim tersebut dianggap WO.
  6. Kuota peserta minimal adalah 8 tim dan kuota peserta maksimal adalah 16 tim (termasuk tim tuan rumah).
  7. Sistem pertandingan futsal yang dipergunakan dalam Gonzaga 101 Festival adalah sistem group / sistem gugur

TEKNIS PERTANDINGAN

  1. Dalam sistem group waktu bermain untuk babak group adalah 2 x 10 menit dengan waktu istirahat 3 menit sedangkan untuk babak knockout adalah 2 x 15 menit dengan waktu istirahat 5 menit.
  2. Waktu time out diberikan untuk masing-masing tim 1 menit (hanya ada dua kali time out). Time Out boleh dilakukan dua kali sekaligus dalam satu babak, selama yang meminta adalah tim yang berbeda. Selama timeout, waktu pertandingan akan terus berjalan. Serta selama 2 menit terakhir pertandingan, tim manapun dilarang meminta timeout.
  3. Dalam sistem group pada babak perempat final, semifinal, final dan perebutan juara 3 digunakan sistem gugur, jika terjadi seri/skor imbang dalam pertandingan maka akan dilakukan penalty shootout.
  4. Prosedur Penalty Shooutout
    1. Penendang penalti hanya 3 orang oleh setiap tim baik yang bermain di lapangan maupun dari bangku cadangan, dan 1 orang penendang untuk sudden death. Setiap penendang penalti harus dicatat dulu sebelum proses adu penalti dimulai.
    2. Apabila adu penalti sudah dilaksanakan dan hasilnya masih seri maka akan diadakan coin toss.
    3. Coin toss hanya diadakan sekali dimana perwakilan satu tim akan menjadi penendang dan perwakilan tim lain akan menjadi kiper.
    4. Penendang coin toss tidak boleh pemain yang telah menendang pada adu penalti normal.
    5. Tim yang menjadi penendang dan menjadi kiper akan ditentukan lewat pelemparan koin.
  5. Pertandingan dimulai dengan kick-off dua sentuhan. Jika langsung menembak ke gawang tanpa melakukan dua sentuhan, kick-off dianggap tidak sah dan akan diulang kembali.
  6. Ketentuan kick-off antara lain:
    1. Tiap pemain harus berada di wilayah lapangannya masing-masing.
    2. Bola harus berada tepat di tengah lapangan (lebih tepatnya di titik kick-off).
    3. Setelah wasit membunyikan peluit, maka kick-off dapat dilakukan.
    4. Jika terjadi gol, tim yang kebobolan akan melakukan kick-off kembali.
  7. Indirect freekick terjadi bila:
    1. Kiper mengontrol bola dengan tangan atau kaki di wilayah lapangannya lebih dari 4 detik.
    2. Kiper menangkap bola dari rekannya tanpa bola tersentuh lawan sebelumnya.
    3. Indirect freekick harus dilakukan dengan dua sentuhan.
  8. Ketentuan direct freekick:
    1. Jika bola langsung ditendang ke gawang dan terjadi gol, gol tersebut dianggap sah.
    2. Jika bola yang ditendang mengenai lawan dan keluar ke sudut lawan/ke daerah gawang lawan, maka akan terjadi corner kick.
  9. Penalty kick terjadi bila:
    1. Terjadi pelanggaran oleh pemain di wilayah kotak pinaltinya sendiri.
    2. Terjadi handball oleh pemain di wilayah kotak pinaltinya sendiri.
  10. Jika terjadi pelanggaran lebih dari lima kali oleh tim yang sama pada babak yang sama, maka akan terjadi second penalty dimana tendangan dilakukan di titik dua pinalti tanpa adanya tembok penghalang. Jika posisi terjadinya pelanggaran keenam lebih dekat ke gawang dibandingkan letak titik second penalty dan masih di luar kotak pinalti maka tim yang dilanggar berhak melakukan direct free kick tanpa tembok penghalang di tempat dimana terjadinya pelanggaran. Pelanggaran akan direset menjadi 0 setelah pergantian babak.
  11. Jika permainan dihentikan oleh wasit untuk alasan peringatan dari wasit, maka akan terjadi indirect freekick dari tempat dimana wasit memberhentikan bola.
  12. Jika bola keluar ke sisi lapangan, maka akan terjadi tendangan ke dalam. Ketentuan tendangan ke dalam:
    1. Posisi bola diletakkan baik dari titik dimana bola tersebut meninggalkan lapangan atau dipermukaan diluar lapangan pada jarak tidak lebih 25cm dari titik tersebut.
    2. Waktu untuk menendang paling lama 4 detik. Jika melebihi 4 detik, maka tendangan ke dalam akan menjadi hak tim lawan.
    3. Waktu mulai dihitung ketika wasit sudah menganggap pemain tersebut sudah siap untuk melakukan kick in.
  13. Ketentuan backpass:
    1. Apabila bola belum melewati garis tengah lapangan sendiri dan bola dioper ke kiper lalu kiper menerimanya maka akan dianggap pelanggaran.
    2. Pemain boleh mengoper kepada kiper yang berada di daerah lapangan sendiri apabila bola telah melewati garis tengah lapangan dan telah menyentuh pemain lawan. Tetapi operan kembali ke kiper hanya dapat dilakukan sekali setelah bola melewati garis tengah. Bola harus meninggalkan lapangan pertandingan atau mengenai lawan dahulu agar operan ke kiper dapat dilakukan lagi.
  14. Tidak ada offside pada futsal.

PROSEDUR PENGGANTIAN PEMAIN

  1. Penggantian pemain dapat dilakukan tanpa batas jumlah pergantian dan dapat dilakukan sewaktu-waktu selama pertandingan.
  2. Pergantian pemain dapat dilakukan saat bola didalam dan diluar pertandingan.
  3. Pemain yang ingin meninggalkan lapangan dan pemain yang ingin memasuki lapangan harus melakukannya pada daerah pergantiannya sendiri dan dilakukan setelah pemain yang diganti telah melewati batas lapangan.
  4. Pergantian dianggap sah ketika pemain pengganti telah masuk lapangan, dimana saat itu pemain tersebut telah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan telah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.
  5. Pergantian penjaga gawang dapat dilakukan tanpa harus memberi tahu wasit pertandingan atau menunggu pertandingan terhenti asalkan mengenakan kostum kiper atau kostum lain yang membedakan dia dengan pemain selain penjaga gawang lainnya.
  6. Pemain yang telah diusir dari pertandingan karena kartu merah tidak bisa langsung diganti oleh pemain cadangan yang baru. Pemain yang telah diusir dari pertandingan hanya boleh diganti 2 menit setelah pemain tersebut dikeluarkan. Waktu dua menit akan diabaikan jika tim yang kekurangan pemain kebobolan. Ketentuan-ketentuan dalam mengisi pemain tim yang kurang dari lima, yaitu:
    1. Tim yang memiliki jumlah lebih banyak, misalnya 5 orang berbanding 4 orang, mencetak gol, maka tim yang hanya memiliki 4 orang boleh langsung mengisi kekosongan 1 orang yang telah dikeluarkan.
    2. Melanjutkan poin a, jika tim yang kebobolan berjumlah 3 orang, maka tim tersebut hanya boleh mengisi dengan 1 pemain.
    3. Jika tim yang mencetak gol memiliki jumlah yang lebih sedikit, antara lain 3 lawan 5, maka pertandingan akan terus dilanjutkan tanpa adanya pertambahan jumlah pemain.
    4. Jika kedua tim memiliki jumlah yang sama, antara lain 4 lawan 4, dan tercipta sebuah gol, maka pertandingan akan terus dilanjutkan tanpa adanya pertambahan jumlah pemain.

TUGAS WASIT

  1. Tiap pertandingan dipimpin oleh dua wasit yang telah ditentukan oleh panitia Gonzaga 101 Festival.
  2. Wasit mengontrol jalannya pertandingan. Wasit bisa memberhentikan pertandingan jika terjadi pelanggaran baik pelanggaran main maupun pelanggaran perlengkapan, jika waktu bermain selesai dan jika salah satu tim meminta time-out. Wasit juga akan memberhentikan pertandingan jika terjadi cedera yang serius terhadap pemain yang bertanding di lapangan.
  3. Wasit harus memastikan bola yang akan dipakai memenuhi ketentuan, seperti tidak bocor/kempes, dll.
  4. Wasit harus memastikan pemain yang akan bermain memenuhi ketentuan memakai perlengkapan futsal.
  5. Wasit berhak memberikan peringatan, kartu kuning, dan kartu merah kepada pemain yang melakukan pelanggaran.
  6. Keputusan wasit adalah mutlak sekalipun keputusan wasit sangat kontroversial. Jika terjadi perbedaan pendapat antara kedua wasit yang memimpin pertandingan, maka keputusan wasit utama akan lebih diutamakan.
  7. Wasit tidak bertanggung jawab atas terjadinya cedera serius terhadap pemain dan juga tidak bertanggung jawab atas kerusakan properti futsal. Wasit hanya sebagai pengontrol jalannya pertandingan. Hal ini berlaku selama wasit tidak menyebabkan kerusakan dan cedera tersebut.

PELANGGARAN PEMAIN

  1. Pelanggaran berupa kekerasan akan terjadi jika:
    1. Pemain menendang lawan.
    2. Pemain melakukan trip, dengan kata lain menjatuhkan lawan dengan menginjak kaki lawan.
    3. Pemain melompat atau terjun ke arah lawan.
    4. Pemain mendorong lawan.
    5. Pemain men-tackle lawan.
  2. Bila pemain melakukan kekerasan yang tak sepantasnya, maka pemain itu akan dianggap melakukan pelanggaran. Konsekuensinya berupa:
    1. Peringatan, bila kekerasan tidak dilakukan di zona yang berbahaya dan tidak memberikan efek yang serius kepada pemain yang dilanggar.
    2. Kartu kuning, bila kekerasan dilakukan dengan mematikan pergerakan lawan dengan melakukan trip, shoulder charge, tackle ke kaki.
    3. Kartu merah, bila kekerasan yang dilakukan dengan kondisi pemain yang memegang bola memiliki peluang emas untuk mencetak angka, mematikan pergerakan lawan dengan dua kaki.
  3. Pemain yang melakukan handball akan dianggap melakukan pelanggaran baik pasif maupun aktif. Konsekuensinya berupa:
    1. Peringatan, bila handball tidak dilakukan di zona yang berbahaya dan merupakan handball pasif.
    2. Kartu kuning, bila handball dilakukan di zona berbahaya, bisa handball pasif maupun aktif.
    3. Kartu merah, bila handball yang dilakukan sangat tidak profesional dan merupakan handball aktif yang terang-terangan.
  4. Pergantian pemain yang tidak memenuhi ketentuan yang ditulis di prosedur penggantian pemain mengakibatkan pelanggaran. Konsekuensinya berupa kartu kuning.
  5. Jika pemain menunda-nunda permainan, misalnya memperlambat jalannya kick-off, atau tendangan ke dalam lapangan, pemain tersebut akan diberikan sanksi oleh wasit.
  6. Jika terjadi perselisihan antar pemain, maka wasit akan memberikan peringatan kepada kedua pihak.
  7. Jika terjadi kontak fisik saat perselisihan, maka wasit berhak memberikan kartu merah kepada pemain yang melakukan kekerasan.
  8. Pelanggaran akan memberikan direct freekick kepada lawan di tempat pelanggaran tersebut terjadi.
  9. Akumulasi kartu akan diberikan kepada pemain yang mendapatkan:
    1. 1 kartu merah langsung dalam pertandingan.
    2. 2 kartu kuning dalam pertandingan yang sama (merah tidak langsung).
    3. 2 kartu kuning dalam pertandingan yang berbeda selama Gonzaga 101 Festival.
    4. Hukuman akumulasi kartu berupa larangan untuk bermain dalam 1 pertandingan setelah akumulasi terjadi.
    5. Setelah hukuman dijalankan, pemain tersebut akan direset akumulasi kartunya menjadi 0 lagi.
  10. Denda akan dikenakan terhadap pemain yang dihukum kartu kuning maupun kartu merah. Denda untuk kartu kuning sebesar Rp 25.000,- dan denda untuk kartu merah sebesar Rp 50.000,-.

PELANGGARAN PERALATAN FUTSAL

  1. Pertandingan akan terus dilanjutkan dengan pemain yang melanggar harus keluar dari lapangan untuk sementara sampai pemain tersebut memenuhi ketentuan dalam menggunakan perlengkapan futsal.
  2. Pemain yang sudah memperbaiki perlengkapannya (misal deker yang lepas sudah dimasukkan kembali) bisa masuk kembali ke lapangan setelah mendapat ijin dari wasit pertandingan.
  3. Wasit harus mengecek kelengkapan pemain yang telah dikeluarkan sementara, sebelum memberi ijin untuk memasukkan pemain tersebut.

KETENTUAN PELATIH, OFFICIAL, DAN BENCH

  1. Pelatih dan Official hanya bertugas memberikan instruksi untuk pergantian pemain dan kepentingan strategi tim. Pelatih dan Official tidak boleh bermain dalam pertandingan.
  2. Pelatih, Official dan Pemain cadangan dilarang melewati garis lapangan.
  3. Pelatih dan Official boleh bertanya kepada panitia bila ada yang perlu ditanyakan selama pertandingan berlangsung.

PENDUNDAAN PERTANDINGAN

  1. Bila keadaan tidak memungkinkan, panitia dapat menunda atau menghentikan pertandingan untuk kemudian dilakukan ulang atau dilanjutkan pada waktu yang telah ditetapkan panitia pelaksana.
  2. Pertandingan yang tertunda atau terhenti, akan dilanjutkan atas pertimbangan wasit dan panitia pelaksana.


PENDAFTARAN

BIAYA PENDAFTARAN


HADIAH


CONTACT PERSON

Paskhalis Bonnieaaron
ID LINE : ron3223
No. telp : 085831332774